Kamis, 19 Januari 2017

Permendikbud No 22 Th 2016 Standar Proses

SALINAN
LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NOMOR 22 TAHUN 2016
TENTANG
STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

BAB I
PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal  1  angka  1 menyatakan  bahwa  pendidikan  adalah  usaha  sadar  dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta  didik  secara  aktif  mengembangkan  potensi  dirinya  untuk memiliki kekuatan  spiritual  keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian,  kecerdasan, akhlak  mulia,  serta keterampilan  yang  diperlukan  dirinya,  masyarakat, bangsa dan negara.
Standar  Proses  adalah  kriteria  mengenai  pelaksanaan  pembelajaran  pada satuan  pendidikan  untuk  mencapai  Standar  Kompetensi  Lulusan.  Standar Proses  dikembangkan  mengacu  pada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan Standar  Isi  yang  telah  ditetapkan  sesuai  dengan  ketentuan  dalam  Peraturan
Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar  Nasional  Pendidikan sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  32  Tahun 2013  tentang  Perubahan  atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Proses  Pembelajaran  pada  satuan  pendidikan  diselenggarakan  secara interaktif,  inspiratif,  menyenangkan,  menantang,  memotivasi  pesertadidik untuk  berpartisipasi  aktif,  serta  memberikan  ruang  yang  cukup  bagi prakarsa,  kreativitas,  dan  kemandirian  sesuai  dengan  bakat,  minat,  dan perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta  didik.  Untuk  itu  setiap  satuan pendidikan  melakukan  perencanaan  pembelajaran,  pelaksanaan  proses pembelajaran  serta  penilaian  proses  pembelajaran  untuk  meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Sesuai  dengan  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan  Standar  Isi  maka  prinsip pembelajaran yang digunakan:
1.  dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2.  dari  guru  sebagai  satu-satunya  sumber  belajar  menjadi  belajar  berbasis aneka sumber belajar;
3.  dari  pendekatan  tekstual  menuju  proses  sebagai  penguatan  penggunaan pendekatan ilmiah;
4.  dari  pembelajaran  berbasis  konten  menuju  pembelajaran  berbasis kompetensi;
5.  dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6.  dari  pembelajaran  yang  menekankan  jawaban  tunggal  menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7.  dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8.  peningkatan  dan  keseimbangan  antara  keterampilan  fisikal  (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
9.  pembelajaran yang  mengutamakan  pembudayaan  dan  pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10.  pembelajaran  yang  menerapkan  nilai-nilai  dengan  memberi  keteladanan (ing  ngarso  sung  tulodo),  membangun  kemauan  (ing  madyo  mangun karso),  dan  mengembangkan  kreativitas  peserta  didik  dalam  proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11.  pembelajaran yang  berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
12.  pembelajaran  yang  menerapkan  prinsip  bahwa  siapa  saja  adalah  guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
13.  Pemanfaatan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  untuk  meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
14.  Pengakuan  atas  perbedaan  individual  dan  latar  belakang  budaya  peserta didik.
Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan  proses  pembelajaran,  pelaksanaan  proses  pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

BAB II
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN
Karakteristik  pembelajaran  pada  setiap  satuan  pendidikan  terkait  erat  pada Standar  Kompetensi  Lulusan  dan  Standar  Isi.  Standar  Kompetensi  Lulusan memberikan  kerangka  konseptual  tentang  sasaran  pembelajaran  yang  harus dicapai.  Standar  Isi  memberikan  kerangka  konseptual  tentang  kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi.
Sesuai  dengan  Standar  Kompetensi  Lulusan,  sasaran  pembelajaran mencakup  pengembangan  ranah  sikap,  pengetahuan,  dan  keterampilan  yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
Ketiga  ranah  kompetensi  tersebut  memiliki  lintasan  perolehan  (proses psikologis)  yang  berbeda.  Sikap  diperoleh  melalui  aktivitas  “menerima, menjalankan,  menghargai,  menghayati,  dan  mengamalkan”.  Pengetahuan diperoleh  melalui  aktivitas  “mengingat,  memahami,  menerapkan, menganalisis,  mengevaluasi,  mencipta”.  Keterampilan  diperoleh  melalui aktivitas  “mengamati,  menanya,  mencoba,  menalar,  menyaji,  dan  mencipta”.
Karaktersitik  kompetensi  beserta  perbedaan  lintasan  perolehan  turut  serta mempengaruhi  karakteristik  standar  proses.  Untuk  memperkuat  pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam  suatu  mata  pelajaran)  perlu  diterapkan  pembelajaran  berbasis penyingkapan/penelitian  (discovery/inquiry  learning).  Untuk  mendorong kemampuan  peserta  didik  untuk  menghasilkan  karya  kontekstual,  baik individual  maupun  kelompok  maka  sangat  disarankan  menggunakan pendekatan  pembelajaran  yang  menghasilkan  karya  berbasis  pemecahan masalah (project based learning).
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut
Sikap  Pengetahuan  Keterampilan
Menerima  Mengingat  Mengamati
Menjalankan  Memahami  Menanya
Menghargai  Menerapkan  Mencoba
Menghayati,  Menganalisis  Menalar
Mengamalkan  Mengevaluasi  Menyaji
-    Mencipta

Karakteristik  proses  pembelajaran  disesuaikan  dengan  karakteristik kompetensi.  Pembelajaran  tematik  terpadu  di  SD/MI/SDLB/Paket  A disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Karakteristik  proses  pembelajaran  disesuaikan  dengan  karakteristik kompetensi.  Pembelajaran  tematik  terpadu  di  SMP/MTs/SMPLB/Paket  B disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Proses pembelajaran di  SMP/MTs/SMPLB/Paket  B  disesuaikan  dengan  karakteristik  kompetensi yang  mulai  memperkenalkan  mata  pelajaran  dengan  mempertahankan tematik terpadu pada IPA dan IPS.
Karakteristik  proses  pembelajaran  di  SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket  C/ Paket  C  Kejuruan  secara  keseluruhan  berbasis  mata  pelajaran,  meskipun pendekatan tematik masih dipertahankan.
Standar  Proses  pada  SDLB,  SMPLB,  dan  SMALB  diperuntukkan  bagi  tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal. Secara  umum  pendekatan  belajar  yang  dipilih  berbasis  pada  teori  tentang taksonomi tujuan pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum  sudah  dikenal  luas.  Berdasarkan  teori  taksonomi  tersebut,  capaian pembelajaran  dapat  dikelompokkan  dalam  tiga  ranah  yakni:  ranah  kognitif, affektif dan psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan pendidikan di berbagai  negara  dilakukan  secara  adaptif  sesuai  dengan  kebutuhannya masing-masing.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan  Nasional  telah  mengadopsi  taksonomi  dalam  bentuk  rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut  secara  utuh/holistik,  artinya  pengembangan  ranah  yang  satu  tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya.  Dengan demikian proses pembelajaran secara  utuh  melahirkan  kualitas  pribadi  yang  sikap,  pengetahuan,  dan keterampilan.

BAB III
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A.  Desain Pembelajaran
Perencanaan  pembelajaran  dirancang  dalam  bentuk  Silabus  dan  Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP)  yang  mengacu  pada  Standar  Isi. Perencanaan  pembelajaran  meliputi  penyusunan  rencana  pelaksanaan pembelajaran  dan  penyiapan  media  dan  sumber  belajar,  perangkat penilaian  pembelajaran,  dan  skenario  pembelajaran.  Penyusunan  Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
1.  Silabus
Silabus  merupakan  acuan  penyusunan  kerangka  pembelajaran  untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
a.  Identitas  mata  pelajaran  (khusus  SMP/MTs/SMPLB/Paket  B  dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan);
b.  Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; c.  Kompetensi  inti,  merupakan  gambaran  secara  kategorial  mengenai kompetensi  dalam  aspek  sikap,  pengetahuan,  dan  keterampilanyang  harus  dipelajari  peserta  didik  untuk  suatu  jenjang  sekolah, kelas dan mata pelajaran;
d.  kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap,  pengetahuan,  dan  keterampilan  yang  terkait  muatan  atau mata pelajaran;
e.  tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A);
f.  materi  pokok,  memuat  fakta,  konsep,  prinsip,  dan  prosedur  yang relevan,  dan  ditulis  dalam  bentuk  butir-butir  sesuai  dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
g.  pembelajaran,  yaitu  kegiatan  yang  dilakukan  oleh  pendidik  dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
h.  penilaian,  merupakan  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
i.  alokasi  waktu  sesuai  dengan  jumlah  jam  pelajaran  dalam  struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
j.  sumber  belajar,  dapat  berupa  buku,  media  cetak  dan  elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

b.  Silabus  dikembangkan  berdasarkan  Standar  Kompetensi  Lulusan dan  Standar  Isi  untuk  satuan  pendidikan  dasar  dan  menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus  digunakan  sebagai  acuan  dalam  pengembangan  rencana pelaksanaan pembelajaran.
2.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP)  adalah  rencana  kegiatan pembelajaran  tatap  muka  untuk  satu  pertemuan  atau  lebih.  RPP dikembangkan  dari  silabus  untuk  mengarahkan  kegiatan  pembelajaran
peserta  didik  dalam  upaya  mencapai  Kompetensi  Dasar  (KD).  Setiap pendidik  pada  satuan  pendidikan  berkewajiban  menyusun  RPP  secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk  berpartisipasi  aktif,  serta  memberikan  ruang  yang  cukup  bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta  didik.  RPP  disusun berdasarkan  KD  atau  subtema  yang  dilaksanakan  kali  pertemuan  atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a.  identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b.  identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.  kelas/semester;
d.  materi pokok;
e.  alokasi  waktu  ditentukan  sesuai  dengan  keperluan  untuk pencapaian  KD  dan  beban  belajar  dengan  mempertimbangkan jumlah  jam  pelajaran  yang  tersedia  dalam  silabus  dan  KD  yang harus dicapai;
f.  tujuan  pembelajaran  yang  dirumuskan  berdasarkan  KD,  dengan menggunakan  kata  kerja  operasional  yang  dapat  diamati  dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.  kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.  materi  pembelajaran,  memuat  fakta,  konsep,  prinsip,  dan  prosedur yang  relevan,  dan  ditulis  dalam  bentuk  butir-butir  sesuai  dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;

i.  metode  pembelajaran,  digunakan  oleh  pendidik  untuk  mewujudkan suasana  belajar  dan  proses  pembelajaran  agar  peserta  didik mencapai  KD  yang  disesuaikan  dengan  karakteristik  peserta  didik dan KD yang akan dicapai;
j.  media  pembelajaran,  berupa  alat  bantu  proses  pembelajaran  untuk menyampaikan materi pelajaran;
k.  sumber  belajar,  dapat  berupa  buku,  media  cetak  dan  elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l.  langkah-langkah  pembelajaran  dilakukan  melalui  tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.  penilaian hasil pembelajaran.
3.  Prinsip Penyusunan RPP
Dalam  menyusun  RPP  hendaknya  memperhatikan  prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.  Perbedaan  individual  peserta  didik  antara  lain  kemampuan  awal, tingkat  intelektual,  bakat,  potensi,  minat,  motivasi  belajar, kemampuan  sosial,  emosi,  gaya  belajar,  kebutuhan  khusus, kecepatan  belajar,  latar  belakang  budaya,  norma,  nilai,  dan/atau lingkungan peserta didik.
b.  Partisipasi aktif peserta didik.
c.  Berpusat  pada  peserta  didik  untuk  mendorong  semangat  belajar, motivasi,  minat,  kreativitas,  inisiatif,  inspirasi,  inovasi  dan kemandirian.
d.  Pengembangan  budaya  membaca  dan  menulis  yang  dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e.  Pemberian  umpan  balik  dan  tindak  lanjut  RPP  memuat  rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f.  Penekanan  pada  keterkaitan  dan  keterpaduan  antara  KD,  materi pembelajaran,  kegiatan pembelajaran,  indicator  pencapaian kompetensi,  penilaian,  dan  sumber  belajar  dalam  satu  keutuhan pengalaman belajar.
g.  Mengakomodasi  pembelajaran  tematik-terpadu,  keterpaduan  lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h.  Penerapan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  secara  terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

BAB IV
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A.  Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1.  Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran
a.  SD/MI    : 35 menit
b.  SMP/MTs  : 40 menit
c.  SMA/MA  : 45 menit
d.  SMK/MAK  : 45 menit
2.  Rombongan belajar
Jumlah  rombongan  belajar  per  satuan  pendidikan  dan  jumlah maksimum  peserta  didik  dalam  setiap  rombongan  belajar  dinyatakan dalam tabel berikut:

No
Satuan
Pendidikan
Jumlah
Rombongan
Belajar
Jumlah
Maksimum
Peserta Didik Per
Rombongan
Belajar
1.    SD/MI  6-24  28
2.    SMP/MTs  3-33  32
3.    SMA/MA  3-36  36
4.    SMK  3-72  36
5.    SDLB  6  5
6.    SMPLB  3  8
7.    SMALB  3  8
3.  Buku Teks Pelajaran
Buku  teks  pelajaran  digunakan  untuk  meningkatkan  efisiensi  dan
efektifitas pembelajaran yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan
peserta didik.

4.  Pengelolaan Kelas dan Laboratorium
a.  Guru  wajib  menjadi  teladan  yang  baik  bagi  peserta  didik  dalam
menghayati  dan  mengamalkan  ajaran  agama  yang  dianutnya  serta
mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bersama.
b.  Guru  wajib  menjadi  teladan  bagi  peserta  didik  dalam  menghayati
dan  mengamalkan  perilaku  jujur,  disiplin,  tanggung  jawab,  peduli
(gotong  royong,  kerja  sama,  toleran,  damai),  santun,  responsif  dan
proaktif  dan  menunjukkan  sikap  sebagai  bagian  dari  solusi  atas
berbagai  permasalahan  dalam  berinteraksi  secara  efektif  dengan
lingkungan  sosial  dan  alam  serta  dalam  menempatkan  diri  sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
c.  Guru  menyesuaikan  pengaturan  tempat  duduk  peserta  didik  dan
sumber  daya  lain  sesuai  dengan  tujuan  dan  karakteristik  proses
pembelajaran.
d.  Volume  dan  intonasi  suara  guru  dalam  proses  pembelajaran  harus
dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
e.  Guru  wajib  menggunakan  kata-kata  santun,  lugas  dan  mudah
dimengerti oleh peserta didik.
f.  Guru  menyesuaikan  materi  pelajaran  dengan  kecepatan  dan
kemampuan belajar peserta didik.
g.  Guru  menciptakan  ketertiban,  kedisiplinan,  kenyamanan,  dan
keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
h.  Guru  memberikan  penguatan  dan  umpan  balik  terhadap  respons
dan  hasil  belajar  peserta  didik  selama  proses  pembelajaran
berlangsung.
i.  Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat.
j.  Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
k.  Pada  tiap  awal  semester,  guru  menjelaskan  kepada  peserta  didik
silabus mata pelajaran; dan
l.  Guru  memulai  dan  mengakhiri  proses  pembelajaran  sesuai  dengan
waktu yang dijadwalkan.
11
B.  Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan  pembelajaran  merupakan  implementasi  dari  RPP,  meliputi
kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1.  Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:
a.  menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti
proses pembelajaran;
b.  memberi  motivasi  belajar  peserta  didik  secara  kontekstual  sesuai
manfaat  dan  aplikasi  materi  ajar  dalam  kehidupan  sehari-hari,
dengan  memberikan  contoh  dan  perbandingan  lokal,  nasional  dan
internasional,  serta  disesuaikan  dengan  karakteristik  dan  jenjang
peserta didik;
c.  mengajukan  pertanyaan-pertanyaan  yang  mengaitkan  pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d.  menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai; dan
e.  menyampaikan  cakupan  materi  dan  penjelasan  uraian  kegiatan
sesuai silabus.
2.  Kegiatan Inti
Kegiatan  inti  menggunakan  model  pembelajaran,  metode  pembelajaran,
media  pembelajaran,  dan  sumber  belajar  yang  disesuaikan  dengan
karakteristik  peserta  didik  dan  mata  pelajaran.  Pemilihan  pendekatan
tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri
dan  penyingkapan  (discovery)  dan/atau  pembelajaran  yang
menghasilkan  karya  berbasis  pemecahan  masalah  (project  based
learning)  disesuaikan  dengan  karakteristik  kompetensi  dan  jenjang
pendidikan.
a.  Sikap
Sesuai  dengan  karakteristik  sikap,  maka  salah  satu  alternatif  yang
dipilih  adalah  proses  afeksi  mulai  dari  menerima,  menjalankan,
menghargai,  menghayati,  hingga  mengamalkan.  Seluruh  aktivitas
pembelajaran  berorientasi  pada  tahapan  kompetensi  yang
mendorong peserta didik untuk melakuan aktivitas tersebut.
12
b.  Pengetahuan
Pengetahuan  dimiliki  melalui  aktivitas  mengetahui,  memahami,
menerapkan,  menganalisis,  mengevaluasi,  hingga  mencipta.
Karakteritik  aktivititas  belajar  dalam  domain  pengetahuan  ini
memiliki  perbedaan  dan  kesamaan  dengan  aktivitas  belajar  dalam
domain  keterampilan.  Untuk  memperkuat  pendekatan  saintifik,
tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan
belajar  berbasis  penyingkapan/penelitian  (discovery/inquiry
learning).  Untuk  mendorong  peserta  didik  menghasilkan  karya
kreatif  dan  kontekstual,  baik  individual  maupun  kelompok,
disarankan    yang  menghasilkan  karya  berbasis  pemecahan
masalah (project based learning).
c.  Keterampilan
Keterampilan  diperoleh  melalui  kegiatan  mengamati,  menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topik
dan  sub  topik)  mata  pelajaran  yang  diturunkan  dari  keterampilan
harus  mendorong  peserta  didik  untuk  melakukan  proses
pengamatan  hingga  penciptaan.  Untuk  mewujudkan  keterampilan
tersebut  perlu  melakukan  pembelajaran  yang  menerapkan  modus
belajar  berbasis  penyingkapan/penelitian  (discovery/inquiry
learning)  dan  pembelajaran  yang  menghasilkan  karya  berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
3.  Kegiatan Penutup
Dalam  kegiatan  penutup,  guru  bersama  peserta  didik  baik  secara
individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a.  seluruh  rangkaian  aktivitas  pembelajaran  dan  hasil-hasil  yang
diperoleh  untuk  selanjutnya  secara  bersama  menemukan  manfaat
langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran  yang telah
berlangsung;
b.  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c.  melakukan  kegiatan  tindak  lanjut  dalam  bentuk  pemberian  tugas,
baik tugas individual maupun kelompok; dan
d.  menginformasikan  rencana  kegiatan  pembelajaran  untuk  pertemuan
berikutnya.
13
BAB V
PENILAIAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
Penilaian  proses  pembelajaran  menggunakan  pendekatan  penilaian  otentik
(authentic  assesment)  yang  menilai  kesiapan  peserta  didik,  proses,  dan  hasil
belajar  secara  utuh.  Keterpaduan  penilaian  ketiga  komponen  tersebut  akan
menggambarkan  kapasitas,  gaya,  dan  perolehan  belajar  peserta  didik  yang
mampu  menghasilkan  dampak  instruksional  (instructional  effect)  pada  aspek
pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.
Hasil  penilaian  otentik  digunakan  guru  untuk  merencanakan  program
perbaikan  (remedial)  pembelajaran,  pengayaan  (enrichment),  atau  pelayanan
konseling.  Selain  itu,  hasil  penilaian  otentik  digunakan  sebagai  bahan  untuk
memperbaiki  proses  pembelajaran  sesuai  dengan  Standar  Penilaian
Pendidikan.  Evaluasi  proses  pembelajaran  dilakukan  saat  proses
pembelajaran dengan menggunakan alat: lembar pengamatan, angket sebaya,
rekaman,  catatan  anekdot,  dan  refleksi.  Evaluasi  hasil  pembelajaran
dilakukan  saat  proses  pembelajaran  dan  di  akhir  satuan  pelajaran  dengan
menggunakan  metode  dan  alat:  tes  lisan/perbuatan,  dan  tes  tulis.  Hasil
evaluasi  akhir  diperoleh  dari  gabungan  evaluasi  proses  dan  evaluasi  hasil
pembelajaran.
14
BAB VI
PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN
Pengawasan  proses  pembelajaran  dilakukan  melalui  kegiatan  pemantauan,
supervisi,  evaluasi,  pelaporan,  serta  tindak  lanjut  secara  berkala  dan
berkelanjutan.  Pengawasan  proses  pembelajaran  dilakukan  oleh  kepala
satuan pendidikan dan pengawas.
1.  Prinsip Pengawasan
Pengawasan  dilakukan  dengan  prinsip  objektif  dan  transparan  guna
peningkatan mutu secara berkelanjutan.
2.  Sistem dan Entitas Pengawasan
Sistem  pengawasan  internal  dilakukan  oleh  kepala  sekolah,  pengawas,
dan dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.
a.  Kepala  Sekolah,  Pengawas  dan  Lembaga  Penjaminan  Mutu  Pendidikan
melakukan pengawasan dalam rangka peningkatan mutu.
b.  Kepala  Sekolah  dan  Pengawas  melakukan  pengawasan  dalam  bentuk
supervisi akademik dan supervise manajerial.
3.  Proses Pengawasan
a.  Pemantauan
Pemantauan  proses  pembelajaran  dilakukan  pada  tahap  perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan
melalui  antara  lain,  diskusi  kelompok  terfokus,  pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
b.  Supervisi
Supervisi  proses  pembelajaran  dilakukan  pada  tahap  perencanaan,
pelaksanaan,  dan  penilaian  hasil  pembelajaran  yang  dilakukan  melalui
antara  lain,  pemberian  contoh  pembelajaran  di  kelas,  diskusi,
konsultasi, atau pelatihan.
c. Pelaporan
Hasil  kegiatan  pemantauan,  supervisi,  dan  evaluasi  proses
pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak
lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
15
d.  Tindak Lanjut
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk:
1)  Penguatan dan penghargaan  kepada guru  yang menunjukkan kinerja
yang memenuhi atau melampaui standar; dan
2)  pemberian  kesempatan  kepada  guru  untuk  mengikuti  program
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
ANIES BASWEDAN
Salinan sesuai dengan aslinya,
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

0 komentar:

Posting Komentar