Kamis, 19 Januari 2017

Permendikbud No 23 Th 2016 STANDAR PENILAIAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang  :
a.  bahwa  pengaturan  mengenai  penilaian  pendidikan  perlu disesuaikan  dengan perkembangan  dan  kebutuhan  dalam penilaian hasil belajar;
b.  bahwa  dalam  rangka  pengendalian  mutu  penilaian  hasil belajar peserta didik oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah perlu menyusun standar penilaian pendidikan;
c.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana  dimaksud dalam  huruf  a  dan  huruf  b  perlu  menetapkan  Peraturan Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tentang  Standar Penilaian Pendidikan;
Mengingat  :
1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  Tentang  Sistem Pendidikan  Nasional  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia Tahun  2003  Nomor  78,  Tambahan  Lembaran  Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang Standar  Nasional  Pendidikan  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2005  Nomor  41,  Tambahan  Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4496)  sebagaimana  telah diubah  beberapa  kali  terakhir  dengan  Peraturan  Pemerintah Nomor  13  Tahun  2015  tentang  Perubahan  Kedua  Atas Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang Standar  Nasional  Pendidikan  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2015  Nomor  45  Tambahan  Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

MEMUTUSKAN :
Menetapkan  :  PERATURAN  MENTERI  PENDIDIKAN  DAN  KEBUDAYAAN REPUBLIK  INDONESIA  TENTANG  STANDAR  PENILAIAN PENDIDIKAN.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.  Standar  Penilaian  Pendidikan  adalah  kriteria  mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen  penilaian  hasil  belajar  peserta  didik  yang digunakan  sebagai  dasar  dalam  penilaian  hasil  belajar peserta  didik  pada  pendidikan  dasar  dan  pendidikan menengah.
2.  Penilaian  adalah  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi  untuk  mengukur  pencapaian  hasil  belajar  peserta didik.
3.  Pembelajaran  adalah  proses  interaksi  antar  peserta  didik, antara  peserta  didik  dengan  pendidik  dan  sumber  belajar pada suatu lingkungan belajar.

4.  Ulangan  adalah  proses  yang  dilakukan  untuk  mengukur pencapaian  Kompetensi  Peserta  Didik  secara  berkelanjutan dalam proses Pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.
5.  Ujian  sekolah/madrasah  adalah  kegiatan  yang  dilakukan untuk  mengukur  pencapaian  kompetensi  peserta  didik sebagai  pengakuan  prestasi  belajar  dan/atau  penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
6.  Kriteria  Ketuntasan  Minimal  yang  selanjutnya  disebut  KKM adalah  kriteria  ketuntasan  belajar  yang  ditentukan  oleh satuan  pendidikan  yang  mengacu  pada  standar  kompetensi kelulusan,  dengan  mempertimbangkan  karakteristik  peserta didik,  karakteristik  mata  pelajaran,  dan  kondisi  satuan
pendidikan.
BAB II
LINGKUP PENILAIAN
Pasal 2
Penilaian  pendidikan  pada  pendidikan  dasar  dan  pendidikan menengah terdiri atas:
a.  penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b.  penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
c.  penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Pasal 3
(1)    Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah meliputi aspek:
a.  sikap;
b.  pengetahuan; dan
c.  keterampilan.
(2)    Penilaian  sikap  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) huruf a merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk  memperoleh  informasi  deskriptif  mengenai  perilaku peserta didik.
(3)    Penilaian  pengetahuan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1)  huruf  b  merupakan  kegiatan  yang  dilakukan  untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik.
4
(4)    Penilaian  keterampilan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1)  huruf  c  merupakan  kegiatan  yang  dilakukan  untuk mengukur  kemampuan  peserta  didik  menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.
(5)    Penilaian  pengetahuan  dan  keterampilan  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (3)  dan  ayat  (4)  dilakukan  oleh pendidik, satuan pendidikan, dan/atau Pemerintah.

BAB III
TUJUAN PENILAIAN
Pasal 4
(1)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  pendidik  bertujuan  untuk memantau  dan  mengevaluasi  proses,  kemajuan  belajar, dan  perbaikan  hasil  belajar  peserta  didik  secara berkesinambungan.
(2)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  satuan  pendidikan  bertujuan untuk  menilai  pencapaian  Standar  Kompetensi  Lulusan untuk semua mata pelajaran.
(3)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  Pemerintah  bertujuan  untuk menilai  pencapaian  kompetensi  lulusan  secara  nasional pada mata pelajaran tertentu.

BAB IV
PRINSIP PENILAIAN
Pasal 5
Prinsip penilaian hasil belajar:
a.    sahih,  berarti  penilaian  didasarkan  pada  data  yang mencerminkan kemampuan yang diukur;
b.    objektif,  berarti  penilaian  didasarkan  pada  prosedur  dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
c.    adil,  berarti  penilaian  tidak  menguntungkan  atau merugikan  peserta  didik  karena  berkebutuhan  khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan  gender.
5
d.    terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
e.    terbuka,  berarti  prosedur  penilaian,  kriteria  penilaian,  dan dasar  pengambilan  keputusan  dapat  diketahui  oleh  pihak yang berkepentingan;
f.    menyeluruh  dan  berkesinambungan,  berarti  penilaian mencakup  semua  aspek   kompetensi  dengan
menggunakan  berbagai  teknik  penilaian  yang  sesuai, untuk memantau  dan menilai  perkembangan kemampuan peserta didik;
g.    sistematis,  berarti  penilaian  dilakukan  secara  berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku;
h.    beracuan  kriteria,  berarti  penilaian  didasarkan  pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan
i.    akuntabel,  berarti  penilaian  dapat dipertanggungjawabkan,  baik  dari  segimekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.
BAB V
BENTUK PENILAIAN
Pasal 6
(1)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  pendidik  dilakukan  dalam bentuk  ulangan,  pengamatan,  penugasan,  dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
(2)    Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk: a. mengukur  dan  mengetahui  pencapaian  kompetensi Peserta Didik;
b.  memperbaiki proses pembelajaran; dan
c.  menyusun  laporan  kemajuan  hasil  belajar  harian, tengah  semester,  akhir  semester,  akhir  tahun.
dan/atau kenaikan kelas.
(3)    Pemanfaatan  hasil  penilaian  oleh  pendidik  sebagaimana yang  dimaksud  pada  ayat  (2)  diatur  lebih  lanjut  oleh Direktorat Jenderal terkait.

Pasal 7
(1)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  satuan  pendidikan  dilakukan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah.
(2)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  satuan  pendidikan sebagaimana  yang  dimaksud  pada  ayat  (1)  digunakan untuk penentuan kelulusan dari satuan pendidikan.
(3)    Satuan  pendidikan  menggunakan  hasil  penilaian  oleh satuan  pendidikan  dan  hasil  penilaian  oleh  pendidik sebagaimana yang dimaksud dalam  Pasal 5 ayat (2) untuk melakukan  perbaikan  dan/atau  penjaminan  mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
(4)    Dalam  rangka  perbaikan  dan/atau  penjaminan  mutu pendidikan  sebagai  mana  yang  dimaksud  pada  ayat  (3), satuan  pendidikan  menetapkan  kriteria  ketuntasan minimal  serta  kriteria  dan/atau  kenaikan  kelas  peserta didik.
Pasal 8
(1)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  Pemerintah  dilakukan  dalam bentuk  Ujian  Nasional  dan/atau  bentuk  lain  yang diperlukan.
(2)    Penilaian  hasil  belajar  oleh  Pemerintah  dalam  bentuk Ujian Nasional digunakan sebagai dasar untuk:
a.  pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
b.  pertimbangan  seleksi  masuk  ke  jenjang  pendidikan berikutnya; dan
c.  pembinaan  dan  pemberian  bantuan  kepada  satuan pendidikan  dalam  upayanya  untuk  meningkatkan
mutu pendidikan.

BAB VI
MEKANISME PENILAIAN
Pasal 9
(1)    Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pendidik:
a.  perancangan  strategi  penilaian  oleh  pendidik dilakukan pada saat penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus;
b.  penilaian  aspek  sikap  dilakukan  melalui observasi/pengamatan  dan  teknik  penilaian  lain  yang
relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas atau guru kelas;
c.  penilaian  aspek  pengetahuan  dilakukan  melalui  tes tertulis,  tes  lisan,  dan  penugasan  sesuai  dengan
kompetensi yang dinilai;
d.  penilaian  keterampilan  dilakukan  melalui  praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
e.  peserta  didik  yang  belum  mencapai  KKM  satuan pendidikan harus mengikuti  pembelajaran  remedi; dan
f.  hasil  penilaian  pencapaian  pengetahuan  dan keterampilan  peserta  didik  disampaikan  dalam  bentuk
angka dan/atau deskripsi.
(2)    Ketentuan  lebih  lanjut  tentang  mekanisme  penilaian  oleh pendidik  diatur  dalam  pedoman  yang  disusun  oleh
Direktorat  Jenderal  terkait  berkoordinasi  dengan  Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian.
Pasal 10
(1)    Mekanisme penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan:
a.  penetapan  KKM yang harus dicapai oleh peserta didik melalui rapat dewan pendidik;
b.  penilaian  hasil  belajar  oleh  satuan  pendidikan   pada semua  mata  pelajaran  mencakup  aspek  sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
c.  penilaian  pada  akhir  jenjang  pendidikan  dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah;
8
d.  laporan  hasil  penilaian  pendidikan  pada  akhir semester  dan  akhir  tahun  ditetapkan  dalam  rapat
dewan  pendidik  berdasar  hasil  penilaian  oleh  Satuan Pendidikan dan hasil penilaian oleh Pendidik; dan
e.  kenaikan  kelas  dan  kelulusan  peserta  didik  dari satuan  pendidikan  ditetapkan  melalui  rapat  dewan
pendidik.
(2)     Ketentuan  lebih  lanjut  tentang  mekanisme  penilaian  oleh satuan  pendidikan  diatur  dalam  pedoman  yang  disusun oleh  Direktorat  Jenderal  terkait  berkoordinasi  dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian.
Pasal 11
Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pemerintah:
a.    penilaian  hasil  belajar  oleh  Pemerintah  dilakukan  dalam bentuk  Ujian  Nasional  (UN)  dan/atau  bentuk  lain  dalam rangka pengendalian mutu pendidikan;
b.    penyelenggaraan  UN  oleh  Badan  Standar  Nasional Pendidikan  (BSNP)  bekerjasama  dengan  instansi  terkait untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan.
c.    hasil UN disampaikan kepada peserta didik dalam bentuk sertifikat hasil UN;
d.    hasil  UN  disampaikan  kepada  satuan  pendidikan  untuk dijadikan  masukan  dalam  perbaikan  proses pembelajaran;
e.    hasil  UN  disampaikan  kepada  pihak-pihak  yang berkepentingan  sebagai  dasar  untuk:  pemetaan  mutu program  dan/atau  satuan  pendidikan;  pertimbangan seleksi  masuk  jenjang  pendidikan  berikutnya;  serta pembinaan  dan  pemberian  bantuan  kepada  satuan pendidikan  dalam  upayanya  untuk  meningkatkan  mutu pendidikan;
f.    bentuk  lain penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dapat dilakukan dalam bentuk survei dan/atau sensus; dan
g.    bentuk lain penilaian hasil belajar oleh Pemerintah diatur dengan Peraturan Menteri.

BAB VI
PROSEDUR PENILAIAN
Pasal 12
(1)    Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan:
a.    mengamati  perilaku  peserta  didik  selama pembelajaran;
b.    mencatat  perilaku  peserta  didik  dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan;
c.    menindaklanjuti hasil pengamatan; dan
d.    mendeskripsikan perilaku peserta didik.
(2)    Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan:
a.    menyusun perencanaan penilaian;
b.    mengembangkan instrumen penilaian;
c.    melaksanakan penilaian;
d.    memanfaatkan hasil penilaian; dan
e.    melaporkan  hasil  penilaian  dalam  bentuk  angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.
(3)    Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan:
a.    menyusun perencanaan penilaian;
b.    mengembangkan instrumen penilaian;
c.    melaksanakan penilaian;
d.    memanfaatkan hasil penilaian; dan
e.    melaporkan  hasil  penilaian  dalam  bentuk  angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.
Pasal 13
(1)    Prosedur  penilaian  proses  belajar  dan  hasil  belajar  oleh pendidik dilakukan dengan urutan:
a.   menetapkan  tujuan  penilaian  dengan  mengacu  pada RPP yang telah disusun;
b.   menyusun kisi-kisi penilaian;
c.   membuat  instrumen  penilaian  berikut  pedoman penilaian;
d.   melakukan analisis kualitas instrumen;
e.   melakukan penilaian;
f.   mengolah,  menganalisis,  dan  menginterpretasikan

hasil penilaian;
g.   melaporkan hasil penilaian; dan
h.   memanfaatkan laporan hasil penilaian.
(2)    Prosedur  penilaian  hasil  belajar  oleh  satuan  pendidikan dilakukan  dengan  mengkoordinasikan  kegiatan  dengan urutan:
a.   menetapkan KKM;
b.   menyusun kisi-kisi penilaian mata pelajaran;
c.   menyusun  instrumen  penilaian  dan  pedoman penskorannya;
d.   melakukan analisis kualitas instrumen;
e.   melakukan penilaian;
f.   mengolah,  menganalisis,  dan  menginterpretasikan hasil penilaian;
g.   melaporkan hasil penilaian; dan
h.   memanfaatkan laporan hasil penilaian.
(3)    Prosedur  penilaian  hasil  belajar  oleh  pemerintah dilakukan dengan urutan:
a.   menyusun kisi-kisi penilaian;
b.   menyusun  instrumen  penilaian  dan  pedoman penskorannya;
c.   melakukan analisis kualitas instrumen;
d.   melakukan penilaian;
e.   mengolah,  menganalisis,  dan  menginterpretasikan hasil penilaian;
f.   melaporkan hasil penilaian; dan
g.   memanfaatkan laporan hasil penilaian.
(4)    Ketentuan  lebih  lanjut  tentang  prosedur  Penilaian  oleh Pendidik  sebagai  mana  dimaksud  pada  ayat  (1)  serta Penilaian  oleh  Satuan  Pendidikan  sebagaimana  dimaksud pada  ayat  (2)  diatur  dalam  pedoman  yang  disusun  oleh Direktorat  Jenderal  terkait  berkoordinasi  dengan  Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian.

BAB VII
INSTRUMEN PENILAIAN
Pasal 14
(1)    Instrumen  penilaian  yang  digunakan  oleh  pendidik  dalam bentuk  penilaian  berupa  tes,  pengamatan,  penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan  karakteristik  kompetensi  dan  tingkat perkembangan peserta didik.
(2)    Instrumen  penilaian  yang  digunakan  oleh  satuan pendidikan  dalam  bentuk  penilaian  akhir  dan/atau  ujian sekolah/madrasah  memenuhi  persyaratan  substansi, konstruksi,  dan  bahasa,  serta  memiliki  bukti  validitas empirik.
(3)    Instrumen  penilaian  yang  digunakan  oleh  pemerintah dalam  bentuk  UN  memenuhi  persyaratan  substansi, konstruksi,  bahasa,  dan  memiliki  bukti  validitas  empirik serta  menghasilkan  skor  yang   dapat  diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 15
Dengan  berlakunya  Peraturan  Menteri  ini,  Peraturan  Menteri Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  66  Tahun  2013  tentang Standar  Penilaian  Pendidikan  dan  Peraturan  Menteri Pendidikan  dan   Kebudayaan  Nomor  104  Tahun  2014  tentang Penilaian  Hasil  Belajar  oleh  Pendidik  Pada   Pendidikan  Dasar dan  Pendidikan  Menengah  dicabut  dan  dinyatakan  tidak berlaku.

Pasal 16
Peraturan  Menteri  ini  mulai  berlaku  pada  tanggal diundangkan. Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan pengundangan  Peraturan  Menteri  ini  dengan  penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 6 Juni 2016
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
ANIES BASWEDAN

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 17 Juni 2016
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 897
Salinan sesuai dengan aslinya,
plh. Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kepala Biro Kepegawaian,
TTD.
Dyah Ismayanti
NIP 196204301986012001

4 komentar:

  1. Bagus Pak, namun tata letak dan cara penulisan perlu diperbaiki. hehehe...

    BalasHapus
  2. Makasih Pak sudah berkunjung di blog saya. Ya Pak copas dari file pdf, masih harus diperbaiki. Makasih masukannya...

    BalasHapus
  3. bagus, selamat silahkan kunjungi blog saya https://soffam.blogspot.co.id

    BalasHapus